Kamis, 09 Mei 2013
Minggu, 28 April 2013
Cara Membuat Pancing Cumi-Cumi
mancing cumi-cumi memiliki sensasi tersendiri, mancing cumi juga banyak digemari karena sensasi tarikannya yang berbeda dari ikan biasanya. mancing cumi-cumi menggunakan teknik yang beragam seperti casting langsung dari boat atau bisa juga dengan trolling dengan kecepatan boat yang lambat. ok langsung saja ke topik pembahasan kita yaitu cara membuat pancing cumi-cumi.
Alat-alat yang dibutuhkan yaitu :
1. Kayu berukuran panjang 15 cm/ lebih. Usahakan cari kayu yang lunak/ringan. seperti urat bakau/mangrove. seperti gambar di bawah ini.
2. Lem Alteco. atau lem sejenis itu yang mampu merekat dengan kuat dan mengkilat/tidak memutih sesudah kering.
3. Pisau Kecil yang tajam, usahakan pakai yang baru. agar bisa menghasilkan rautan kayu yang halus dan bersih.
4. Timah-timah/Pemberat Pancing yang biasa kita gunakan untuk memancing.
5. Pena. Usahakan pena yang memiliki tinta yang tebal dan mengkilat.
6. Spidol Permanent hitam. digunakan untuk memberi lingkaran pada mata.
7. Jarum Pentul, digunakan untuk membuat mata.
8. Mata Pancing cumi-cumi. usahakan cari yang kecil. agar lebih ringan.
9. Kili-kili pancing, seperti gambar di bawah
10. kawat kecil sebesar ijuk, usahakan yang stainless.
Cara Pembuatan :
1. Gambar Pola bentuk udang pada kayu dengan menggunakan pisau yang telah disediakan.
Seperti inilah kayu yang sudah di raut dibuat menyerupai bentuk tubuh udang.
2. Pasangkan jarum pentul untuk mata udang, pasang timah pemberat di bawah mata(sesuaikan dengan besar kecilnya udang2an yang sudah di raut). Tancapkan mata pancing di bagian ekor udang2an. Pasang kili-kili di bagian mulut udang2an.
3. Buat pola gambar strip sesuai keinginan dengan pena di bagian samping dan punggung udang2an.
4. Lem semua yang telah dipasang tadi menggunakan lem alteco : mata pancing,timah pemberat,mata,kili-kili, dan tubuh udang2an agar kelihatan lebih mengkilap(agar tidak cepat keropos/berubahnya warna oleh air laut.
"Udang2an yang sudah jadi dan siap untuk mancing cumi-cumi. dan sudah saya coba, terbukti ampuh dibandingkan pancing cumi-cumi yang dijual di toko pancing. Pernah mendapatkan cumi-cumi dalam 3 jam 1 ember hitam kecil penuh. Memang, buatan tangan sendiri lebih mujarab."
sekian tips dari saya, semoga bermanfaat bagi sobat-sobat semua
Label:
Fishing
Jumat, 26 April 2013
Teknik Mancing Casting, Jigging, Popping dan Trolling
Jika kita berbicara tentang mancing, otomatis yang tersirat di benak kita adalah memasang umpan (baik itu umpan hidup atau umpan yang sudah mati) di kail dan melemparkannya di sungai atau laut yang kira-kira berpotensi untuk dimakan ikan. Dibalik semua itu, masih ada banyak hal yang sangat luas untuk dibahas, seperti halnya fisherman dan angler. Perbedaan mendasar antara fisherman dan angler adalah peralatan yang digunakan dan juga teknik yang digunakannya saat berburu ikan.
Fisherman cenderung menuju ke peralatan yang cukup sederhana, joran, senar dan kail dengan teknik seperti yang telah dijelaskan di awal kalimat. Sedangkan angler, sedikit lebih ruwet, angler sendiri di ambil dari kata angling fish, yaitu salah satu ikan dari perairan laut dalam. Angler adalah pemancing yang menggunakan rod atau joran, senar, reel dan juga umpan buatan yang disebut dengan lure (memiliki bentuk menyerupai ikan dan lebih seperti mainan). Teknik yang biasanya digunakan adalah Casting, Jigging, Popping dan Trolling yang merupakan bagian dari salah satu tehnik dalam memancing.
Dimulai dari teknik casting,
1. Casting
Merupakan salah satu teknik memancing dengan cara melempar dan menarik kembali, dimulai dengan melempar lure, retrieving atau menggulungnya dengan reel sambil memainkannya sesuai dengan tipe lure yang digunakan. Ini dilakukan terus menerus hingga lure tersebut disambar oleh sang predator air. Peralatan yang digunakan untuk casting adalah, Joran casting (memiliki tingkat kelenturan yang sangat tinggi), reel baitcasting (bisa mengatur kecepatan retrieving dan spool saat melempar dan menarik lure), dan otomatis yang terakhir adalah lure itu sendiri.
Casting cenderung digunakan untuk memancing di sungai dengan target ikan-ikan predator seperti; hampala, toman, gabus, dan sejenisnya. Lure-lure yang digunakan untuk casting adalah; Stickbait, Minnow, Spoon, Spinner, Pencil, Froggie, Casper, dan masih banyak lainnya. Tiap-tiap lure mempunyai action (gerakan umpan ketika dimainkan di air) yang berbeda-beda, dan tentunya tiap lure mempunyai teknik yang berbeda-beda pada saat retrieving.
2.Jigging
Pada teknik mancing yang ini, tidak serumit teknik casting yang terlalu banyak jenis lure dan cara yang berbeda-beda saat memainkannya. Jigging adalah teknik memancing dengan menjatuhkan lure hingga kedasar laut, dan mulai mengayun-ayunkan joran diimbangi dengan retrieving.
Namun pada saat retrieving, lure tidak digulung hingga ke permukaan, kira-kira sampai di tengah kedalaman laut, spool reel kembali dibuka agar lure kembali kedasar dan mulai memainkan teknik yang sama hingga ada sambaran dari predator perairan laut dalam. Joran pada teknik ini sangat kaku, karena dibutuhkan kekuatan disini untuk mengangkat ikan, reel yang biasa digunakan adalah spinning reel kelas hard action. Dan untuk lurenya itu sendiri jelas sekali menggunakan Metal Jig, sesuai dengan nama tekniknya.
3.Trolling
Dibandingkan dengan teknik memancing lainnya, teknik ini merupakan teknik memancing dengan peralatan termahal, tidak semua angler bisa merasakan sensasi strike dengan teknik ini. Trolling adalah teknik memancing dengan menenggelamkan lure dan juga disertai dengan jalannya kapal. Teknik ini merupakan teknik mancing termudah, karena angler disini hanya mengulur lure yang terkait pada senar dari joran dengan jarak sekitar 100-200 meter dari kapal, dan membiarkan lure tetap terseret di air yang mengakibatkan gerakan-gerakan akibat perubahan kapal sambil menunggu sambaran ikan.
Mengapa teknik ini merupakan teknik termahal, karena harga joran dan reel khusus trolling harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk kelas medium action, selain itu angler juga harus menyewa kapal untuk bisa melancarkan teknik memancing yang satu ini. Lure yang biasa digunakan untuk teknik ini adalah minnow.
4.Popping
Teknik ini sangat populer saat ini, karena banyak dibahas di media televisi dan juga majalah. Teknik pada popping tidak berbeda jauh dengan Casting, yaitu melempar dan menarik lure secara berulang-ulang hingga mendapatkan sambaran dari sang predator. Pada teknik ini, sang predator dipaksa untuk menyambar popper (lure khusus untuk teknik popping) karena gerakan dan splashnya yang sangat mengganggu teritorinya, jadi sang predator menyambar bukan karena merasa lapar, melainkan karena merasa terusik oleh umpan buatan manusia itu. Teknik ini juga merupakan teknik yang sangat digemari oleh para anglers, dikarenakan mereka bisa menyaksikan langsung sambaran ikan pada popper atau juga yang biasa disebut dengan SENSASI STRIKE!!
Langganan:
Postingan (Atom)

























